- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pertapa Linglung

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Selasa, 10 September 2019

GENDERANG KESADARAN

Seperti kumpulan warna hadir berpijar
Sambut serinai garis pada fajar
Matahari bersinar dalam siluet tipis
Pantulkan kisah permata tiada terkikis

Senin, 09 September 2019

RANGKUMAN KECANTIKAN

Pesona wajahmu membuatku tak berdaya
Sekilas, ingin rasanya terus memandang
Menikmati hiasan terindah heningkan netra
Menjadikan kisah sebagai labirin bayang

Minggu, 08 September 2019

UNDANGAN KEBENCIAN

Kilatan dera mengusik kesadaran
Tumbuhkan geram tak terpatahkan
Gemuruh dendam sambut hinaan
Memeluk cerca dalam buai hasutan

Sabtu, 07 September 2019

SAMBUT PETANG

Lembaran demi lembaran telak kusibak
Ku kutip goresan kisah yang telak tercetak
Ku kumpulan goresan bernoda suram
Kan kutandai dengan tinta berwana hitam
Agar jejak tercetak, tinggalkan bayang kelam

Jumat, 06 September 2019

SYAIR INDAHMU TAK SEPERTI DULU

Betapa indahnya syair kemesraanmu Iitu
Terwujud hanya tuk menciptakan pilu
Ada ganjalan yang menggerogoti kalbu
Meraih nikmat, hadirkan kisah semu

Kamis, 05 September 2019

DERA RASA MEMBARA

Terkukuh sudah, kemesraan merangkum hasrat
Ciptakan kenang, di sudut serpihan asa
Ada tanya yang belum terungkap nyata
Melukiskan resah di antara dahaga penat

Rabu, 04 September 2019

RAIH NIKMAT SESAAT

Aku terdiam dalam kemanisan rasa
Gejolak rindu yang terpampang nyata
Terbengkelai tanpa bisa di tata
Kau tiada pernah mengerti duka
Apalagi merasakan kepedihan luka

Selasa, 03 September 2019

EMBUN KERINDUAN

Di antara kuncup ruas dedaunan
Kasih sayangmu nyata menjelma
Menetrampan jiwa di rundung duka
Ciptakan bait indah dalam kerinduan

Senin, 02 September 2019

SEMBILU RINDU

Jiwa terpenjara memenuhi rasa rindu
Ada kisah kenang terlukis di kalbu
Hati terkekang rasa ingin bertemu
Gelora rasa hadir makin menggebu
Ciptakan rindu agar cepat tuk menyatu

Minggu, 01 September 2019

RINDU JADI BENALU

Tanpa ucap, kusaksikan bait cerita
Terkekang rasa jiwa seakan terpenjara
Ada sekelumit warna menghiasi rupa
Terbentang bebas sambut benih etika

Sabtu, 31 Agustus 2019

RINAI KEMESRAAN

Kisah senja makin menjelma
Bingkiskan dera bait derita
Ada luka setia menyapa
Ceritakan sekelumit dusta

Jumat, 30 Agustus 2019

MIMPI TERBUANG

Terkoyak hening dalam selaput siang
Saksikan jejak perjalanan ketika hengkang
Rangkuman sabda senja telah terbentang
Mengubur mimpi yang terlanjur di timang

Kamis, 29 Agustus 2019

SEINDAH KISAH SENJA

Masih terasa hembusan mesra darimu
Kau hadir membawa setangkup rindu
Kau laburi hariku dengan kemesraan
Sirnakan penat cemburu di cela keraguan

Rabu, 28 Agustus 2019

IKRAR JANJI SUCI

Izinkan aku tetap tulus mengenangmu
Mengenang kisah indah nan berlalu
Tiada lenggang kurangkum bait rindu
Demi tuk dapatkan kemesraan darimu

Selasa, 27 Agustus 2019

GEJOLAK API ASMARA

Ketika dermaga rasaku terkait rindu
Hanya rasa dahaga menanti pelukanmu
Hanya renungan resah yang kutabuh
Kupasrahkan jiwaku tuk tetap berlabuh

Senin, 26 Agustus 2019

SELA KEKURANGANKU

Aku tak bicara tentang pujangga
Aku tak lagi mengungkap asmara
Kisah terindah lama ku pendam
Jiwa terbelenggu, hasrat terajam

Minggu, 25 Agustus 2019

LANGIT KESADARAN

Jejak kaki langit meraba kegundahan
Meredam kelam di antara kekalutan
Kicau burung sirna sambut kebisuan
Merayap manja dalam sejengkal penantian

Sabtu, 24 Agustus 2019

LAHIRNYA BAIT AKSARA

Detak aksara menggerakan imajiku
Kata demi kata memenuhi jantungku
Bait terurai terhampar di altar kalbu
Ciptakan ungkap tanpa teriring nafsu

Jumat, 23 Agustus 2019

DURI KEMESRAAN

Kusuntingkan bunga mawar merah
Di sela rambutmu yang terurai basah
Tangkaimu membuat jemariku berdarah
Goresan pedih menyulut api gairah
Menuntun bait rinduku tuk setia berkisah

Kamis, 22 Agustus 2019

SIRNANYA MADAH KEKATA

Ketika risalah katamu tak sampai
Ketika madah aksaramu tak di resapi
Ketika imajimu tak bisa di hargai
Ketika ambigumu tak bisa di tapaki
Apakah masih ada jejak diksi termakai