- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pertapa Linglung

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Sabtu, 30 November 2019

LEBIH BAIK

Lebih baik terdiam seperti ini
Merangkai ganjalan ungkap sendiri
Tiada teman mengungkap jatidiri
Tak ada bingkai aksara menyakiti

Jumat, 29 November 2019

HUNJAMAN KATA

Aksara melambai ciptakan noda
Bait tertata rapi terberai cerca
Pancarkan ungkap terlaburi bara
Kata menerjang, tumbuhkan lara

Kamis, 28 November 2019

SAJIAN KOPI CINTA

Pagiku terbius dengan goda
Waktuku terlena dengan rona
Hausku berontak mengejar cita
Laparku terhenyak cari mangsa

Rabu, 27 November 2019

PAYUNG RINDU

Hai wanita pengabdi hujan rindu
Izinkan aku tuk memayungimu
Izinkan aku tuk mendekapmu
Izinkan aku menggandeng tanganmu

Selasa, 26 November 2019

HILANGNYA BIAS ARUNIKA

Indahmu, sungguh membuatku terdiam
Terpaku gundah di lubuk hati terdalam
Aku hadir hanya menempatkan tinta hitam
Di hamparan labirin pilihan pada kelam

Senin, 25 November 2019

WAJAH CANTIK MERAMU RINDU

Tenggelamkan rasa meredam asmara
Hantarkan pesona jiwa
Ciptakan rona
Wajah

Cantik
Hiasi wajah
Terlengkapi sepasang netra
Lentik indah ingin mencumbunya

Hanyutkan harap dalam persinggahan
Semerbak dalam jiwa
Ciptakan aroma
Meramu

Rindu
Bergetar syahdu
Abaikan kendala rasa
Melengkapi jejak berkisah indah

ᵦₑᵣₘₐₙdᵢₖₐₙ ₖₐₜₐ
ᵦₑᵣₛₑₗᵢₘᵤₜₖₐₙ ₘₐₖₙₐ
ᵦₑᵣₐₗₐₛₖₐₙ ᵣₐₛₐ

Minggu, 24 November 2019

CIPTAKAN BAYANG

Di beranda teras kepekatan malam
Kunikmati syahdunya perintis kelam
Melarung keinginan makin tenggelam
Bersama untaian hasrat terpendam

Sabtu, 23 November 2019

LANTUNAN UNTUK DAYITA

Rangkuman mesra telah menyambangi
Menuntun niat mewujudkan seikat janji
Terpatri tulus, arungi seongok jatidiri
Hilangkan harsa, kerap menyelubungi hati

Jumat, 22 November 2019

TENGGELAM DALAM RESAH

Lama kuberanjak menelusuri aksara sepi
Hanya seluet hambar setia menemani
Tiada bait kata yang mau mendampingi
Makna terumbar, terberai tanpa arti

Kamis, 21 November 2019

TETAP JADI PUJA

Menumpuk serat berlaga penuh onak
Memupuk aksara, meluru dalam benak
Kalimat setajam sembilu hadir menyentak
Luruhkan iba, rasa welas nyata terhenyak

Rabu, 20 November 2019

SENANDUNG BAIT KELAM

Sendiri kurangkum tindak kealpaan
Sendiri kubergumul dengan kebisuan
Dahaga serakah setia bermesraan
Berkasih manja menikmati kehangatan

Selasa, 19 November 2019

SELEMBAR LAYAR BEKAS

Dilubuk kelam keremangan seutas jiwa
Aku larung impian nyata telah sirna
Bersama setetes benih cinta membara
Kuhanyutkan rasa di tepian gemuruh noda

Senin, 18 November 2019

M A T I

Metani Amal Tumindak Iro

Maslahat ikatan garis benang merah
Menyala tajam tumbuhkan gerah
Merajam ego tiada lagi bertuah
Mengikis seonggok imaji tanpa berkilah
Merangkum dahaga kisah tercatat risalah

Minggu, 17 November 2019

ASMARA JALANG

Kau sembunyikan rona wajah resahmu
Kau tuangkan senyum berparas pilu
Mewakili gelora hati berkalung sembilu
Ungkapan tajam berselempang api cemburu

Sabtu, 16 November 2019

PRASASTI RINDU

Santun malam kuucap pada pemilik rindu
Pemetik debar mesra di relung kalbu
Kunikmati getaran sentuhan sayang darimu
Tenggelamkan malamku dalam cumbu rayu

Jumat, 15 November 2019

BIARKAN AKU KEMBALI

Jika kehadiranku terangsang keindahan
Lebih baik, kukembali pada ketidaktahuan
Meniti bait langkah penuh kehati-hatian
Tanpa mengusik lorong ruang kesadaran

Kamis, 14 November 2019

KULEPASKAN GENGGAMAN ARAL

Ada getaran semburat dalam kenang
Merangkum masa iringi kasih sayang
Kerinduan ini tetaplah memukau bayang
Hantarkan senyum tanpa bisa terkekang

Rabu, 13 November 2019

KAU TETAP BUNGA RINDUKU

Kurindukan dikau pengukir senja
Dalam setiap tindak menjelma
Kau hadir memberikan mesra
Melebur kepedihan dengan canda

Selasa, 12 November 2019

TENTANGMU DEWI PUJA

Jelas teringat senda guraunya
Bergaung mesra tiada terjeda
Rasa rindu kian nyata menjema
Ciptakan rasa tuk selalu bermanja

Senin, 11 November 2019

LELAH MENITI LANGKAH

Malam, aku terjaga dari derai duka
Sukma melambung, menjejak tanpa rasa
Keinginan meliar di antara persinggahan
Berkelana bebas, tanpa arah tujuan