- Motivasi - "Cara terbaik untuk menghargai kejadian yang hadir menerpa, hanya dengan menikmatinya tanpa memiliki penilaian negatif" .. Pujangga Giras - Cak Dion's Lapendoz - Pertapa Linglung

<< Hargai karya orang lain, "NO - PLAGIAT" >>

Minggu, 10 Mei 2009

SEJUMPUT RINDU

Ada untaian gundah gulana menerpa relung hati.
Ada pula rasa kecewa menyapa lembut di dasar jiwa.
Tiada kesan terdalam tuk pengusik sadar.
Yang terpancar hanyalah sebuah angan sepi.
Menjulang tinggi memeluk awan kegelisahan.

Ada yang tak biasa untuk menerka awan.
Ada pula yang malas berkata pada mendung.
Adakah gumpalan senyuman ini harus berkumpul ..
Agar dalam biasnya nanti ..
Bisa dijadikan hujan merana.
Ataukah hanya sekedar rintik kelabu dalam rasa.
Yang setiap detik menyapa mengurai kenyamanan.

Pijakan demi pijakan kaki terasa melepuh.
Merilis setapak demi setapak jalan berliku.
Semua tiada dapat temukan rindu walau hanya sebutir.
Mungkin jalan harus kembali di retas.
Rasa ini tercipta untuk temukan kembali sejumput rindu.
Karena kerinduan yang aku senandungkan ini.
Adalah poros yang tembus di dasar hati.

Sabtu, 09 Mei 2009

HUJAN RINDU

Ketika hujan rindu turun melewati relung kalbu.
Ada senja tertunduk dengan wajah tersipu.
Pandangannya terlihat sayu ..
Tanpa ada kelakar ceria di antara sela keheningan.
Rintik hujan rindu pun belum juga reda.
Membuat sang senja gelisah tanpa bisa beranjak.

Genangan curahan rasa yang sudah terkumpul.
Terasa tak akan ada arti ..
Ketika dataran ketulusan yang menjadi penyegar.
Belum juga bisa menampung kesetiaan yang tercurah.
Dia hanya diam membeku ..
Mengiringi ungkapan dingin yang menyapu kemesraan.

Jumat, 08 Mei 2009

BIAS RINDU

Kujalani alur hidup ini dengan rumus alur ketegaran.
Ku ulas bait kasih ini dengan petikan nada kesungguhan.
Dan ku kupas kerinduan ini dengan rasa yang tak berdaya.
Hingga dalam buaian mesramu.
Aku hanya bisa menanti ..
Mengiringinya dengan lantunan nada tulus.

Kekasihku sayang .. !?! ..
Kau ibarat jejak jalan setapak dalam hatiku.
Setiap detik hanya bisa meniti tanpa ragu.
Niat dalam rasa ini ibarat cahaya tulus.
Yang senantiasa bersinar lembut mengusik kesadaran kalbu.
Agar engkau merasa nyaman dan tenang.
Menyambut segala kerinduan yang aku bingkiskan.

Kamis, 07 Mei 2009

ALIRAN RINDU

Hasratku terpancar mengungkap rangkuman keinginan.
Rasaku membias menyebarkan benih kerinduan ...
Ibarat air sungai mengalir di hamparan jiwa ..
Pengemberaannya begitu panjang dan penuh liku.

Mengalir tulus bersama arus kerinduan dan do'a.
Menghanyutkan apa saja yang menjadi kehendak
Ombak cintamu berjalan seirama dengan detak jantungku.
Menuju ke muara dan sampai kelaut atas namamu.

Bahagianya rasa yang menjilma dalam hatiku.
Disaat arus kasih sayang ini menuju di keluasan cintamu.
Alangkah tentramnya hasrat dalam jiwa ini.
Bila dapat mengembara di dasar laut kerinduanmu.

Rabu, 06 Mei 2009

SAYATAN CINTA

Getaran detak ungkapan seuntai nadi cinta.
Berjalan selaras perlahan ..
Membingkiskan kisah usang berbalut suka.
Dalam setiap langkah ..
Hayal ini tak henti-hentinya memintal dendam.
Mengusik urat rasa yang lama terkoyak.
Entah mengapa ..
Diri ini senantiasa tak memiliki gairah saat menapak.
Semangatpun seakan pupus merinai lunglai.

Menelusuri seonggak lorong hitam terbentang nyata.
Tiada lagi dapat aku temukan.
Tanda-tanda harap sebagai pelengkap.
Hasrat tuk memintal rasa mengurai manjapun.
Tak lagi dapat aku temukan walau hanya sejengkal.
Sebelenggu asa ku sudah aku lepas.
Mengiringi puing-puing duka yang menyayat.

Selasa, 05 Mei 2009

REKAYASA KEMESRAAN

Bingkai mentari yang engkau sungguhkan.
Selalu aku nikmati dengan sepenuh jiwa.
Aku tak pernah bosan ..
Merasakan pancaran belaian mesra dari sinarmu.
Sentuhannya begitu manja menggoda semangat.
Membuatku benar-benar terlena.
Sampai aku terlelap memetik kidung impian.

Aku tak pernah menyangka ..
Kelembutan sinar mentari dari kasih sayangmu.
Hanya sebatas kata ..
Nyatanya dalam segenap pancarannya.
Engkau menyodorkan sekeping lara teramat dalam.
Nyatanya bingkiskan cerita duka kembali terulang.
Membuat aku benar-benar terperanjat dalam diam.
Hanya bisa menerima tanpa bisa menghindar.

Senin, 04 Mei 2009

SEIKAT ANGANKU

Seikat anganku ..
Meronta keras memeluk murka.
Bukan hembusan kecemburuan yang melengahkan sadar.
Segelumit kebodohan diri 
Bebas lepas memeluk hamparan asa.
Usapannya terasa dingin ..
Memijarkan rasa beku tanpa kias.
Dinginnya malam ..
Menambah semerbak rasa duka yang nyata.
Membuat jiwa ini terasa lelap.
Menunai resah tanpa lelah.

Disini, di teras kesetiaaan ..
Aku berteduh dan duduk terpaku seorang diri.
Tiada cahaya harap yang bisa membuatku beranjak.
Semua terasa hening tanpa kelakar dalam benak ..
Disana kau sedang bercanda mesra dengan bingkai pujaan.
Tanpa ada kesia-siaan dari sang waktu yang terlewati.

Minggu, 03 Mei 2009

SERUNI SENJA

Untukmu wahai seruni senjaku ..
Lantunan nada rindumu begitu indah.
Notasi suaramu sungguh membawa pesona.
Membuat aliran darahku berdesir semakin cepat.

Sabtu, 02 Mei 2009

PEMILIK DEBAR

Kehadiranmu itu .. !?! ..
Sungguh menyuguhkan warna warni tersndiri.
Lantunan detak rasamu ..
Tak henti-hentinya memintal seraut wajah cantikmu.

Jumat, 01 Mei 2009

RASA BERSYUKUR

"Sayang, kuakui .. Kekuasaan-NYA memang tiada batas .. Dan semua tersebar di hamparan alam"
"Iya sayang aku juga mengerti"
"Lihatlah disekelilgmu" kataku sambil menunjuk pemandangan di teras.
"Yang mana sayang ??".